12/10/2005

My Love Story (part IV)

   Bersama Mell aq merasa seperti baru pertama kali pacaran, aq merasa inilah cinta pertamaku. setiap kali bertemu dengannya, jantungku serasa berdebar. hari-hariku pun semakin ceria dan penuh semangat saat mengingat bahwa “ada seorang gadis cantik yang aq sayangi, yang juga menyayangi aq”.
   Akhir tahun 2004 hubungan kami mulai merenggang. Tanpa alasan yang jelas kami makin sering bertengkar. Apalagi sejak pertengahan tahun, pikiran dan waktuku mulai terbagi. Aq mengerjakan sesuatu yang sejak dulu menjadi cita-citaku, sehingga menyita waktuku untuk Mell. Pikirku, Mell pasti mengerti akan papa yang sedang aq kerjakan, tapi ternyata pertengkaran diantara kami terus terjadi, hingga sampai di puncaknya di awal tahu 2005. Hubungan kami seolah-olah terputus. Tak ada komunikasi lagi diantara kami. hal ini terus berlanju hingga aku menganggap bahwa Mell tidak menginginkanku lagi.
Sesekali aku mencoba menelponnya, tetapi yang ada hanyalah percakapan basa-basi yang menahan gengsi dan penuh ego. Aq ngotot bahwa semua ini terjadi bukan karena salahku,tetapi ia tetap mempersalahkanku. Lama-kelamaan aq pun coba untu mengalah, meminta maaf kepadanya, dan meminta supaya kami bisa kembali seperti dulu lagi, tetapi ia menolaknya. Aq pun menerima kenyataan ini dengan pasrah.
   Sebulan berlalu aq terus mencoba melupakannya, dan sebelum aq berhasil melupakannya, Mell menelponku dan memintaku kembali. Aq yang sedang dalam keadaan labil meminta waktu, walaupun sebenarnya saat itu aq sangat menginginkannya kembali. Mell menyetujui permintaanku hingga dua hari kemudian aq menelponya untuk membicarakan tawarannya waktu itu. Tetapi baru saja aku menemukan semangatku kembali, dari seberang sana terdengar kata-kata “….. Kita cukup berteman saja ya…..”  Mendengarnya berkata seperti itu membuatku naik pitam dan benar-benar jengkel. Aq merasa seperti dipermainkan. Tak pernah aq semarah itu terhadap Mell. Tetapi aq tak bisa berbuat apa-apa. Kembali aq pasrah menerima keadaan itu, namun menyisakan dendam dalam hatiku.
   Beberapa bulan berlalu, kami benar-benar kehilangan kontak. Rencana balas dendam pun muncul saat aq diperkenalkan kepada seseorang. Dan itu terjadi, %$##^%$^%*^##%^^&*((*(&*^$##@@%^^&&*(*(^%$$%# menurutku aq telah menyakiti hati Mell, membalas perbuatannya saat itu. Hingga aq sadar bahwa apa yang telah aq buat adalah hal yang keterlaluan. Aq telah menyakiti hati semua orang, bahkan aq telah menyakiti hatiku  sendiri. Aq bahkan muak melihat diriku sendiri.
   Aq memutuskan untuk mengakhiri semua ini, dan menjelaskan semuanya kepada Mell dan meminta maaf kepadanya, tetapi terlambat. Hatinya telah luka, luka yang dalam, yang membutuhkan proses untuk kesembuhannya, dan walaupun sembuh, luka itu pasti akan meniggalkan bekas yang takkan pernah bisa hilang. Memahami keadaannya, membuat aq merasa sangat bersalah .Aq tau penyesalan seperti apapun tak akan berarti sama sekali. Sebanyak apapun aq meminta maaf kepadanya, tak akan menghilangkan bekas luka dihatinya.
   Sekarang aq hanya bisa meratapi kebodohanku, menyesali perbuatanku. Setiap malam aq terus memikirkannya. Mengapa setelah semuanya terjadi aq baru menyadari  bahwa, betapa aku mencintai Mell…, aku sangat mencintainya….


Beloved Mell. .

“maafkan aku…., ijinkan aku untuk mencintaimu selamanya...."

the end

The comments are closed.