12/10/2005
My Love Story (part II)
Setelah hari perkenalan kami, hampir tiap hari aq menelfonnya. Sehari tak mendengar suaranya membuat aq rindu setengah mati. Padahal aq dan Mell belum ada status, hanya sebatas teman. Tapi itulah cinta…=). Semakin sering aq menelfon, semakin banyak aq tahu tentang dia, semakin ingin aq menjadi pacarnya.
Suatu hari aq mutusin untuk mengajaknya keluar, tapi Mell seolah menghindar…=( aq pikir ini suatu pertanda buruk buat aq. Ternyata benar, Mell takut ketahuan nyokapx. Katanya sih, she’s not have a permittoin for a date yet. Jadi beberapa kali aq mengajaknya, hanya mendapatkan jawaban yang sama. Hingga suatu hari, setelah lulus SMU, Mell langsung bekerja di suatu perusahaan dan mengambil kursus computer sebagai pendukung. Otomatis Mell punya waktu untuk keluar rumah di hari kursusnya. Aq coba tawarin satu ide gila padanya, dan setelah lama aq meminta dan merayunya, ia pun setuju. ; p aq mengajaknya keluar di hari kursusnya, tapi harus mengorbankan kursus itu sendiri, bolos gt lho… karena takut ketahuan nyokap, aq menjemputnya di tempat kursus. Buat tambah gengsi, aq minjem mobil bokap yang kebetulan hari itu lg ga ada acara. Kami menghabiskan waktu yang menyenangkan. Makan malam sambil ngobrol, aq pun ga menyia-nyiakan kesempatan ini, ga pernah aq sedekat ini dengannya. Tak henti-hentinya aq memandangi wajahnya yang manis. Sesekali ia memergokiku sedang menatapinya, ia hanya tersenyum kecil dan tersipu malu.
Waktupun semakin larut, dan sudah waktunya aq mengantar Mell pulang. Kencan kami harus berakhir saat itu. Tapi aq merasa seperti pengecut. Gimana ngga’, Mell melarangku untuk mengantarnya sampai ke rumahnya. Ia minta diturunkan di tempat kursusnya. Bodohnya, karena aq setuju dengan permintaannya. Kamipun berpisah di tempat kursus, dan Mell pulang dengan seorang temannya yang sudah dari tadi menunggui Mell.
Aq sangat bahagia bisa kencan dengan gadis idamanku. Sepanjang perjalanan pulang, aq terus membayangkan wajah manisnya, dandanannya yang feminim, lembut suaranya,……..dan tiba2 tlililililit…. hand phoneku berbunyi. “Telepon dari Mell”. Sebelum aq menjawab, dalam hati aq berkata “wah belum apa2 udah kangen lagi ya?”. hehehehe dan aq pun menjawab telfonx. Percakapan romantis yang aq harapkan sirna seketika saat Mell memberitahukan bahwa kencan kami hari ini diketahui oleh nyokapx, dan mungkin nyokapnya akan menelpon aq untuk menanyakan beberapa hal. Dari nada suaranya aq tahu kalau ia sedang bersedih, mungkin habis dimarahin nyokapx. Aq coba menghiburnya, dan berjanji akan bertanggung jawab atas kencan tadi. tetapi ia tetap saja bersedih dan menghiraukan bujukanku. Ia pun melarangku untuk datang ke rumahnya dan memintaku supaya menjauhinya. Terang aja aq bingung dan ngga setuju. Aq ngotot bahwa besok aq akan kerumahnya dan menjelaskan ama nyokapx tentang kencan kami. Namun Mell terus aja meminta agar aq tidak menemui nyokapx. Seolah aq benar2 tidak boleh berada lebih dekat dalam kehidupannya. hingga akhirnya ia menutup telpon, ia tetap meminta aq untuk menjauhinya.
Telpon dari nyokap Mell terus aq tunggu tetapi nihil. akhirnya keesokan harinya aq mengabaikan permintaan Mell dan dengan penuh rasa kuatir aq bergegas menuju rumah Mell. aq sudah siap dengan berbagai penjelasan untuk membela Mell. Ya…. ini memang salahku, bukan salah Mell. kenapa harus dia yang dimarahi???
Aq pun tiba dirumah Mell. Nyokap Mell menyambut dengan ramah, walaupun sebenarnya ia tak mengira kedatanganku. aq dipersilakan masuk, dan tanpa basa basi aq memulai pembicaraan tentang kejadian kemaren. aq menjelaskan semuanya dan coba memberi pengertian. Dengan argumen-argumen , dan beberapa nasehat, nyokap Mell mempersalahkan perbuatan kami. Alasannya memang benar dan masuk akal, aq mendengarkan dan coba mencerna perkataan Nyokap Mell. sekitar hampir satu setengah jam kami ngobrol, aq pun meminta maaf atas perbuatan kami semalam. aq pun meminta agar nyokapX jangan mempersalahkan Mell.
Aq pulang dengan perasaan lega. Tapi teringat permintaan Mell, aq pun bertanya-tanya apakah ia akan marah apabila mengetahui aq telah ke rumahnya? ah ga usah dipikirkan….. toh menurut saya ini memang harus aq lakukan.
Mengetahui apa yang aq buat, Mell malah tambah ketakutan dan memintaku supaya tidak mengulanginya lagi dan benar2 menjauhinya. Tentu saja aq tidak rela menjauhinya, aq tetap sering menghubunginya, menanyakan kabar, mengajaknya ngobrol. Tetapi Mell berubah, Ia tidak lagi ceria dan santai saat berbicara dengan aq. Seolah telepon dan perhatian yang ku berikan tak diharapkannya. Aq mengerti akan perasaannya, apalagi menurut pengakuannya, ia sama sekali belum pernah pacaran. Kencan pertama yang berakhir menyakitkan tentu tidak diharapkan ole siapa saja.
Dengan tak kenal lelah, aq terus saja mendekatinya, hingga perlahan aq merasakan Mell sudah bisa melupakan kekacauan di hari itu. Kami pun bisa kembali dekat seperti sebelumnya.
Semakin hari kami semakin akrab, bahkan sesekali kami kencan dengan sembunyi-sembunyi dan berhasil. tapi walaupun telah beberapa kali kami “out for a date” kami belum resmi berpacaran. beberapa kali aq mengutarakan cintaku, tetapi hanya mendapatkan suasana hening tanpa jawaban. Bahkan Mell pernah menolakku, tetapi itu tidak mengurungkan semangatku untuk menjadi kekasihnya. Aq pun pernah menanyakan kepada Mell, “apakah sebenarnya kau menyukaiku?”, ia hanya menjawab dengan “tidak tahu…….” Ini benar2 suatu keadaan yang sangat membingungkan buat aq.
10 January 2003, aq mendapatkan kesempatan lagi untuk kencan dengan Mell. tetapi kali ini adikku “angkho” ikut bersama kami. Hari itu hujan deras, kami hanya berkeliling dengan mobil bokap yang aq pinjam. sebenarnya aq telah merencanakan dari rumah bahwa hari ini adalah keputusan akhir dari Mell. Apapun jawabannya ini adalah yang terakhir dari perjuanganku. ternyata semangatku bisa habis juga. ...to be continued....
11:25 Posted in Love Story | Permalink | Comments (2) | Email this


Comments
we sepupu...masa segitu kmu dah putus asa?hanya karena mau tahu jawabannya...cwek itu lebih bisa dan pandai man =) menyembunyikan perasaannya thd seseorang...klo emang blum ada jawaban dari dia,mungkin dia itu lg berpikir...apakah kmu memang serius ama dia
...dan juga mungkin bagi dia Pacaran itu sesuatu yg sgt rumit...mungkin saja dia belum siap untuk hal yg satu itu...nah klo gini,kmu haruslah betul2 nunjukin seriusan kmu..kudu sabar man...''seperti batu...klo terkena air trus meneru kan bisa terkikis jg"...ya untuk sementara klo bgsnya kmu jadi teman aja dulu...krn ada hal yg lebih bisa didapatkan seseorang ketimbang dari pacaran...
Posted by: opank sakaw 17 | 12/14/2005
buat opunk skw............... thanks bro bwt masukannya. dia masih misteri buatku..... luv ya.... one 4 all..... all 4 one
Posted by: Fourty one | 12/15/2005
The comments are closed.